Showing posts with label Bahasa. Show all posts
Showing posts with label Bahasa. Show all posts

Kumpulan Contoh Proposal Terlengkap

Contoh Proposal, sobat pasti akan bingung jika mendapatkan tugas Proposal, bingung dimana nyari contoh proposal dimana-mana. Nah kali ini sobat berbagi kumpulan contoh Proposal di antara contoh proposal usaha makanan, contoh proposal penawaran kerja, dan masih banyak lagi contoh proposal lainnya. Nah sebelum melihat contoh makalah atau proposal mari kita tenggok pengertian proposal. Proposal adalah sebuah tulisan yang di buat oleh penulis yang berfungsi menjabarkan sebuah tulisan kepada pembaca sehingga memperoleh pemahaman seta tujuan tersebut lebih mendetail.

inilah sistematika pembentukan proposal :

1.pendahuluan 
2.latar belakang
3.masalah
4.tujuan
5.sasaran
6.pelaksanaan
7.jadwal pelaksanaan
8.anggaran dana
9.penutup

inilah contoh proposal yang bisa sobat unduh di bawah :

contoh proposal usaha makanan (link)
contoh proposal HUT RI (link) 
contoh penawaran kerja sama (link)
contoh proposal proyek (link)
contoh proposal pkm (link)

CONTOH PARAGRAF DESKRIPSI, EKSPOSISI, ARGUMENTASI, NARASI, DAN PERSUASI

Paragraf Deskripsi



Siang itu aku sedang duduk santai di sofa empuk di dalam apotik milikku yang baru saja dibuka. Apotik ini adalah impianku sejak aku kuliah di Farmasi dulu. Sekarang aku memandang puas pada usahaku selama ini. Aku bisa mendirikan apotik di kota kelahiranku. Apotik ini cukup luas, beberapa rak besar tempat obat-obatan berjejer rapi dengan kemasan-kemasan obat warna-warni yang disusun menurut khasiat obatnya. Pandangan saya tertuju pada rak buku di pojok ruangan yang berisi buku-buku tebal. Ku ambil satu buku yang disampulnya tertulis Informasi Spesialis Obat atau yang biasa disebut kalangan farmasi dengan buku ISO. Setelah ku pandangi aku tersenyum dan mengembalikannya ke tempat semula. Aku memandang lagi secara keseluruhan apotik ini, sebuah televisi 14 inci dan sebuah computer di meja kasir. Hembusan angin dari AC cukup membuat udara terasa sejuk di bulan Mei yang panas ini.


Paragraf Eksposisi

Paragraph 1

Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen murni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.

Paragraph 2

Pernahkan Anda menghadapi situasi tertentu dengan perasaan takut? Bagaimana cara mengatasinya? Di bawah ini ada lima jurus untuk mengatasi rasa takut tersebut. Pertama, persipakan diri Anda sebaik-baiknya bila menghadapi situasi atau suasana tertentu; kedua, pelajari sebaik-baiknya bila menghadapi situasi tersebut; ketiga, pupuk dan binalah rasa percaya diri; keempat, setelah timbul rasa percaya diri, pertebal keyakinan Anda; kelima, untuk menambah rasa percaya diri, kita harus menambah kecakapan atau keahlian melaluin latihan atau belajar sungguh-sungguh.

Sumber : www.telukbone.org

Paragraf Argumentasi


Mempertahankan kesuburan tanah merupakan syarat mutlak bagi tiap-tiap usaha pertanian. Selama tanaman dalam proses menghasilkan, kesuburan tanah ini akan berkurang. Padahal kesuburan tanah wajib diperbaiki kembali dengan pemupukan dan penggunaan tanah itu sebaik-baiknya. Teladan terbaik tentang cara menggunakan tanah dan menjaga kesuburannya dapat kita peroleh pada hutan yang belum digarap petani.

Sumber : www.publicopinion.com

Paragraf Narasi


Narasi ekspositoris

Siang itu, Sabtu pekan lalu, Ramin bermain bagus. Mula-mula ia menyodorkan sebuah kontramelodi yang hebat, lalu bergantian dengan klarinet, meniupkan garis melodi utamanya. Ramin dan tujuh kawannya berbaris seperti serdadu masuk ke tangsi, mengiringi Ahmad, mempelai pria yang akan menyunting Mulyati, gadis yang rumahnya di Perumahan Kampung Meruyung. Mereka membawakan lagu “Mars Jalan” yang dirasa tepat untuk mengantar Ahma, sang pengantin….

Sumber : Tempo, 20 Februari 2005 dari alamat website www.scribd.com

Narasi sugestif

Patih Pranggulang menghunus pedangnya. Dengan cepat ia mengayunkan pedang itu ke tubuh Tunjungsekar. Tapi aneh, sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar. Tapi aneh, sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar, pedang itu jatuh ke tanah. Patih Pranggulang memungut pedang itu dan membacokkan lagi ke tubuh Tunjungsekar. Tiga kali Patih Pranggulang melakukan hal itu. Akan tetapi semuanya gagal.

Sumber : Terampil Menulis Paragraf 2004: 66 dari alamat website www.scribd.com

Contoh lain :

Kemampuan apresiasi musik pada seorang anak dapat dibentuk melalui tiga cara. Pertama, secara alamiah seseorang dibiasakan mendengarkan karya musik. Kebiasaan itu dimulai sejak anak masih berupa janin dalam rahim ibunya. Persentuhan emosi sang ibu dengan berbagai irama yang didengarkan akan ikut dirasakan oleh janin. Besar kemungkinan akan terjadi respons motorik janin yang dirasakan oleh sang ibu. Kedua, sejak anak dilahirkan ia dibiasakan dengan berbagai irama musik yang mengiringnya pada saat menjelang tidur atau bermain. Alat pendengar anak menjadi peka menangkap berbagai irama dari instrumen musik yang didengarnya. Lambat-laun, seiring dengan pertumbuhan fisik dan kognisinya, musik akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan anak. Ketiga, apresiasi musik dikembangkan melalui pendidikan formal. Untuk itu, pendidikan musik diarahkan kepada pengenalan, pemahaman, penghayatan, dan sikap kritis serta kreatif terhadap karya musik. 


Sumber : www.scribd.com


Paragraf Persuasi


Sistem pendidikan di Indonesia yang dikembangkan sekarang ini masih belum memenuhi harapan. Hal ini dapat terlihat dari keterampilan membaca siswa kelas IV SD di Indonesia yang berada pada peringkat terendah di Asia Timur setelah Philipina, Thailand, Singapura, dan Hongkong. Selain itu, berdasarkan penelitian, rata-rata nilai tes siswa SD kelas VI untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA dari tahun ke tahun semakin menurun. Anak-anak di Indonesia hanya dapat menguasai 30% materi bacaan. Kenyataan ini disajikan bukan untuk mencari kesalahan penentu kebijakan, pelaksana pendidikan, dan keadaan yang sedang melanda bangsa, tapi semata-mata agar kita menyadari sistem pendidikan kita mengalami krisis. Oleh karena itu, semua pihak perlu menyelamatkan generasi mendatang. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem pendidikan nasional.

Paragraf induktif, deduktif dan campuran


  • Pengertian Paragraf Induktif
Teks induktif dikembangkan dari sesuatu yang bersifat khusus, lebih spesifik, menjadi suatu kesimpulan yang bersifat umum, lebih luas. Akan tetapi, kita harus hati-hati dalam menarik kesimpulan menggunakan pola induktif karena kesimpulan umum yang diambil belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, agar kesimpulan yang diambil sesuai dengan kenyataan, data, fakta, bukti, referensi, dan keterangan lain yang dijadikan dasar pengambilan kesimpulan haruslah lengkap dan akurat.
Contoh :
Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Itulah beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional
Kalimat utama dari paragraph adalah kalimat yang di garis bawahi, dan kalimat itu berada diakhir paragraf sesuai dengan ciri-ciri dari paragraph induktif.
  • Mengenal Ciri Paragraf Induktif
Paragraf merupakan satuan pikiran atau ide yang terdiri atas beberapa kalimat. Paragraf itu biasanya berisi satu ide pokok yang merupakan bagian dari ide yang lebih besar (ide yang lebih besar biasanya disebut tema). Satu ide pokok itu dikembangkan dan dituangkan dalam beberapa kalimat. Kalimat-kalimat itu tetap bertumpu pada ide pokoknya. Dalam mengembangkan paragraf tidak boleh menggunakan kalimat yang menyimpang dari ide sentralnya itu, sebab penyimpangan berarti mengurangi keutuhan paragraf. Dalam sebuah karangan, perpindahan paragraf satu ke paragraf lain ditandai oleh bergantinya ide pokok.
Paragraf induktif disusun dengan cara menata ide-ide khusus dan diikuti dengan ide umum.
Ide-ide khusus seperti contoh, ilustrasi, perincian (disebut penunjang atau pendukung) ditampilkan pada bagian awal paragraf dan kemudian disimpulkan denagn ide yang lebih umum.ide yang lebih umum itu biasanya berupa kalimat kesimpulan (disebut kalimat topik) dan kadang-kadang diikuti oleh suatu pernyataan pembenaran.
  • Pengertian paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah contoh suatu paragraf yang dibentuk dari suatu masalah yang bersifat umum, lebih luas. Setelah itu ditarik kesimpulan menjadi suatu masalah yang bersifat khusus atau lebih spesifik. Atau juga dapat diartikan, suatu paragraf yang kalimat utamanya berada di depan paragraf kemudian diikuti oleh kalimat penjelas.
Contoh :
Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional. Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku.
Kalimat utama dari paragraph adalah kalimat yang di garis bawahi, dan kalimat itu berada depan paragraf sesuai dengan ciri-ciri dari paragraph deduktif.
  • Paragraf induktif deduktif
Paragraf induktif deduktif adalah suatu paragraf yang kalimat utamanya berada di depan dan diakhir kalimat
Contoh :
Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional (UAN). Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Oleh karena itu, maka sebaiknya para guru memberitahukan tips belajar menjelang UAN.
Kalimat utama pada paragraf ini yaitu terletak pada kalimat yang digaris bawahi, kalimat tersebut terdapat didepan dan diakhir paragraf.

KALIMAT MAJEMUK

KALIMAT MAJEMUK
Suatu bentuk kalimat luas hasil penggabungan atau perluasan kalimat tunggal sehingga membentuk satu pola kalimat baru di samping pola yang ada.
Kalimat majemuk dibagi menjadi :
1. 1.Kalimat majemuk setara (koordinatif)
2. 2.Kalimat majemuk rapatan
3. 3.Kalimat majemuk bertingkat (subordinatif)
4. 4.Kalimat majemuk campuran
A. Kalimat majemuk Setara
Kalimat majemuk setara adalah :
Kalimat gabung yang hubungan antar pola-pola kalimat di dalamnya sederajat atau seharkat.
Ciri-ciri :
1. 1.Kedudukan pola-pola kalimat, sama derajatnya.
2. 2.Penggabungannya disertai perubahan intonasi.
3. 3.Berkata tugas/penghubung, pembeda sifat kesetaraan.
4. Pola umum uraian jabatan kata : S-P+S-P

Jenis majemuk Setara
1. Setara Sejalan (kata hubungnya dan, serta, lagi pula dll)
2. Setara memilih
3. Setara berlawanan
4. Setara menguatkan (bahkan)
5. Setara sebab akibat
B. Majemuk Bertingkat.
1. Siswa dapat membuat kalimat majemuk bertingkat
2. Siswa dapat menentukan Kalimat majemuk bertingkat.
1. Membuat Majemuk Bertingkat.
Majemuk bertingkat adalah kalimat luas yang mana perluasannya membentuk klausa
bawahan (anak kalimat)
Cara membuat majemuk bertingkat.
1. Buatlah kalimat tunggal atau kalimat luas terlebih dahulu.
2. Kembangkan salah satu jabatan kalimat menjadi klausa bawahan (anak kalimat )
sesuai dengan anak kalimat apa yg diinginkan
Contoh :
Ansar akan menyunting seorang gadis minggu depan.
S P O K
Kalimat diatas akan dijadikan bertingkat anak O
Ansar akan menyunting Wanita cantik yang bernama Mutia Rahman minggu depan
s p S P Pel K

A JENIS-JENIS MAJAS

MAJAS PERBANDINGAN
Majas Perumpamaan yaitu perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama
Contoh : Pendiriannya ibarat air di daun talas.
Kedua anak itu bak pinang di belah dua.
Ketiga Gank itu seperti pahlawan kesiangan.
Majas Metafora yaitu membandingkan dua hal karena persamaan sifat
Contoh : Kuli Tinta bekerja keras.
Bunga bangsa adalah putra-putri terbaik republik.
Novi adalah Bunga Desa Karangrejo.
Majas Personifikasi yaitu benda mati diberi sifat kehidupan manusia
Contoh : Batu bercerita tentang zaman bahari.
Angin menyapa ramah terhadap dua sejoli.
Anda Bulan bisa ngomong
Ombak di laut berlarian kesana kemari menghempas sanubari.
Majas Alegori yaitu pernyataan suatu perbandingan yang utuh, lengkap dan harmonis
Contoh : Perkawinan adalah suatu usaha untuk mengarungi bahtera kehidupan.
Suami harus mampu menggayuh dayung.
Istri harus pandai mengendalikan kemudi.
Majas Metonimia yaitu penamaan tentang suatu benda
Contoh : Ia dibawa ke meja hijau.
Ia datang naik Kharisma.
Sampah masyarakat itu adalah temanku satu kampung.
Majas Eufimisme yaitu menggunakan bahasa yang lebih sopan / santun
Contoh : Pohon itu ada penghuninya
Maaf saya akan ke belakang sebentar.
Orang itu hanya berubah akal ( gila )
Majas Alusio yaitu perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan
ungkapan atau sampiran pantun yang sudah membudaya dalam kehidupan sehari-hari
Contoh : Kalau itu memang keputusan, pinggan tak retak nasi tak dingin.
Para pejuang berkata merdeka atau mati.
Tekad muda sejati, daripada hidup berputih mata lebih baik berputih
tulang.
Jangan kura-kura dalam perahu
Majas Sinedoke
Majas Sinedoke Pars Pro Toto
Contoh : Gurbenur Surabaya membangun SSC tahun 1992.
Idul Adha tahun ini ayahku menyembelih 2 kambing.
Bagus memenangkan pertandingan basket SMANKAUCup.
Majas Sinedoke Totem Pro Parte
Contoh : Sekolah saya menang atas SMP 25.
Indonesia merupakan negara bahari.
Kelasku mendapat peringkat pertama di sekolah
Majas Litotes yaitu menggunakan bahasa yang merendah
Contoh : Silahkan mampir kekubukku Tuan !
Setetes darah sangat berarti bagi nyawa seseorang.
Hanya makanan sederhana inilah yang dapat saya hidangkan.
Aku mengerjakan tugas ini semata-mata untuk menyelesaikan tugas.
Majas Perifrasis yaitu perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan menguraikan sepatah kata menjadi frasa yang mengandung arti yang sama dengan yang lain
Contoh : Waktu matahari hilang di balik gunung, dia baru pulang ke rumahnya
Majas Epiteton orans yaitu perbandingan yang melukiskan dengan menambah kata dengan maksud untuk menghias atau memberi corak
Contoh : Parti kikir
Majas Simbolik yaitu melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda-benda lain sebagai sumber/perlambang
Contoh : Bunga adalah lambang wanita dan keindahan, bunga Kamboja
adalah lambang kematian
Majas Antonomasia yaitu melukiskan sesuatu hal untuk menggantikan suatu yang
dimaksud
Contoh : Sang raja rimba mengaum dengan garangnya
Majas Tropen yaitu melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kata yang tepat dan
sejajar artinya dengan pengertian yang dimaksudkan
Contoh : Seharian dia berkubur dalam kamarnya
Majas Simile yaitu sesuatu yang bersifat implisit
Contoh : Bibirnya seperti merah delima yang sedang merekah
Majas Asosiasi yaitu membandingkan karena persamaan sifat
Contoh : Semangatnya keras bagai baja
Majas Hiperbola yaitu menggunakan kata yang melebih-lebihkan maknanya
Contoh : Aku menyusup diantara huruf-huruf.
Melata diantara berjuta kata-kata.
Melewati bermilyar atom cahaya.
Aku berjalan dari buku ke buku.
Aku berenang bersama milyaran molekul cahaya.
Harga BBM membumbung

MAJAS PERTENTANGAN
Majas Paradoks yaitu seolah-olah bertentangan karena perbedaan obyek
Contoh : Dia orang kaya, tetapi miskin ( walaupun kaya tapi tidak tenang )
Gajinya besar, tetapi miskin ( walaupun uangnya banyak, kurang guna )
Dia cantik, tetapi jelek ( walaupun cantik, hatinya jelek )
Majas Antitesis yaitu menggunakan kata yang berlawanan arti
Contoh : Hidup matinya, susah senangnya, itu tanggung jawabku.
Tua muda, besar kecil, laki perempuan, semuanya menyelamatkan diri
ancaman Tsunami.
Majas Okupasi yaitu melukiskan sesuatu dengan mengakui lebih dulu apa yang dikatakan orang, baru dibantah kemudian diterangkan dan akhirnya ditarik kesimpulan
Contoh : Merokok memang mempercepat proses kematian. Tetapi si perokok tak mau menghentikannya. Akibatnya bermunculan pabrik-pabrik rokok

MAJAS PENEGASAN
Majas Repetisi yaitu penegasan yang mengulang-ulang suatu kata secara berturut-turut dalam suatu kalimat.
Contoh : Sekali merdeka tetap merdeka
Majas Asideton yaitu melukiskan beberapa hal secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung.
Contoh : Kemping itu bertujuan baik untuk memuliakan kegungan Allah,
memperkenalkan alam kepada anak, mencintai tanah air
Majas Polisidenton yaitu seperti asideton tapi menggunakan kata penghubung.
Contoh : Mereka telah mengumpulkan dahan-dahan kayu, lalu diikatnya serta dibawanya, kemudian dijual ke pasar.
Majas Klimaks yaitu lukisan yang mempergunakan kata-kata yang bertingkat-tingkat, menuju arti yang lebih keras.
Contoh : Anak-anak, remaja, dewasa, orang tua datang menyaksikan ketoprak
Majas Antiklimaks yaitu kebalikan daripada klimaks
Contoh : Jangankan seratus ribu, lima puluh ribu, sepuluh ribu pun aku tak punya
Majas Tautologi yaitu memepergunakan kata yang searti untuk menegaskan apa yang
dimaksud
Contoh : Dengan riang gembira siswa ke luar ruangan karena bisa mengerjakan
soal dengan benar
Tiada kuasa……
Tiada berdaya…
Berlayar dalam angan…
Majas Simetri yaitu melukiskan sesuatu dengan kalimat yang diikuti oleh kalimat-kalimat/bagian kalimat yang seimbang
Contoh : Ia pergi dengan tergesa-gesa, seperti orang diburu harimau
Majas Inversi yaitu mementingkan predikat sehingga predikat mendapat tekanan keras dan berada sebelum subjek
Contoh : Amat indah pemandangan ini
Majas Retorika yaitu mempergunakan kata-kata Tanya atau kalimat yang tidak memerlukan jawaban
Contoh : Saudara-saudara siapakah yang tidak ingin hidup melarat ?
Majas Eksklamasi yaitu penegas yang mempergunakan kata seru
Contoh : Subhanallah, indah benar pemandangan ini !

Majas Pleonasme yaitu menambah kata yang semestinya tidak perlu karena berlebihan.
Contoh : Hati-hati jangan mundur kebelakang nanti jatuh !
Jatuh ke bawah lembah
Maju ke depan
Majas Enumerasi yaitu gaya bahasa yang disusun dengan memecahkan suatu hal atau
keadaan menjadi beberapa bagian agar maksudnya menjadi jelas
Contoh : Musim hujan bulan Desember udara basah dan dingin.
Pohon-pohon kaku tegak, ranting diam membisu lewatkan waktu.
Majas Paralelisme yaitu pengulangan seperti repetisi yang hanya terdapat dalam puisi.
Contoh : Kutulis sebaris sajak sebagai pemupus rindu.
Kutulis sebaris sajak untuk mengingat wajahmu.
Majas Anaphora yaitu pengulangan kata pada awal kalimat.
Contoh : Sunyi itu duka
Sunyi itu diam
Majas Epifora yaitu pengulangan kata pada akhir atau tengah kalimat.
Contoh : Yang kurindu adalah kasihmu
Yang kudamba adalah kasihmu
Majas Retisense yaitu gaya bahasa yang tidak dinyatakan secara lengkap karena perasaan penyair tidak terwakili lewat kata-kata
Contoh : Siapa kuasa balikkan waktu
Meniti kembali perjalanan lalu
Menata harap meniti…….

MAJAS SINDIRAN
Majas Ironi yaitu sindiran halus
Contoh : Bukan main rajinmu, sudah satu minggu membolos.
Memang bersih hatimu, semua orang dicaci maki.
Bagusnya tulisanmu hingga aku tak dapat membaca.
Biar yang berbicara terus dalam kelas cepat jadi professor!

Majas Sarkasme yaitu sindiran yang bersifat kasar
Contoh : Kamu bodoh.
Anjing ! kamu.
Setan ! sudah diberi minta lagi.
Otakmu memang otak udang
Majas Sinisme yaitu sindiran yang bersifat sedang
Contoh : Kelakuanmu seperti anjing kepanasan.
Tiada yang benar, hanya kau manusia bodoh.
Tindakanmu yang memalukan itu menunjukkan bahwa kamu idiot.
Muak aku melihatmu yang tak mau mengalah

Daftar kata serapan dari bahasa Portugis dalam bahasa Indonesia

Beberapa kata Portugis yang diserap ke dalam bahasa Indonesia adalah:

A
arloji (relogio)
B
bangku (banco)
bendera (bandeira)
BIOLA (viola)
bola (bola)
bilyet (bilhette)
BONEKA (boneca)
D
DADU (dado)
DANSA (dança)
G
gancu (gancho)
garpu (garfo)
gereja (igreja)
J
jendela (janela)
K
kaldu (caldo)
KEJU (queijo)
KEMEJA (camisa)
KERTAS (carta(s) = surat-surat)
M
MEJA (mesa)
MENTEGA (manteiga): substansi berminyak yang dibuat dari SUSU
MINGGU (domingo): nama hari, juga dikenal sebagai AHAD
N
NATAL ( Natal): hari raya umat Kristen
nina (spt. dalam "nina bobo") (menina): anak perempuan kecil
nona (dona)
nyonya (donha)
P
paderi (padre): pendeta
permisi (permissão): izin, bisa juga dari BAHASA BELANDA permissie
pesta (festa)
R
renda (renda)
S
SABTU (Sabado): nama hari, bisa juga dipungut dari BAHASA ARAB
SABUN (sabão): benda untuk mencuci
sekolah (escola)
SEPATU (sapato): alas kaki
serdadu (soldado): prajurit
SINYO (senhor)
T
TERIGU (trigo): tepung gandum
terwelu (Portugis: coelho): KELINCI
TINTA (tinta): mangsi
Kata serapan dari bahasa Portugis
dalam bahasa daerah
Banyak pula kata Portugis yang diserap ke dalam bahasa daerah, khususnya di Indonesia Timur karena kuatnya pengaruh dan kehadiran Portugis di sana. Sebagian dari kata-kata itu misalnya:

balenso (Ambon, Minahasa) = balanço (Port., "mengayun", to swing) = menari lenso
batatas (Ambon) = KENTANG
farinya (Ambon, Minahasa) = farinha (Port.) = tepung terigu
garganta (Ambon) = garganta (Port.) = tenggorokan
kadera (Ambon, Minahasa) = cadeira (Port.) = kursi
kawalo (Ambon) = cavalo (Port.) = kuda
ose (Ambon) = você (Port.) = kamu
panada (Ambon, Manado) = panada (Port.) = roti isi
tuturuga (Minahasa) = tartaruga (Port.) = penyu
Selama proses belajar hari ini aja dah nemu kata baru yang ternyata sodarah sodara.. juga dipakai sebagai bahasa kita, dan bahasa baku

yaitu :

Fabrico : Pabrik ...!!!!!!

tadinya search Manufacture trus di translate . ternyata jadinya : fabrico



hmmh ada lagi ga yaah...